Aktifitas TI Apung Perairan Tembelok-Keranggan Akhirnya Di Stop, Bukan Karena Dirazia tapi Soal Ini..

by -
Caption: Di tengah kabut asap akibat bakar-bakar sampah oleh warga di sekitar pantai Tembelok-Keranggan, sejumlah penambang berkemas menarik pontonnya masing-masing karena adanya "instruksi" stop kegiatan TI Apung di wilayah perairan ini. Foto diambil, Rabu, (30/10/24). (Rudy).

Penulis: Rudy

FKBNews.com, MENTOK, — Berhembus kabar panitia dan warga akhirnya memberhentikan aktifitas TI Apung di perairan laut Tembelok-Keranggan Kabupaten Bangka Barat tanpa menunggu penertiban tegas dari aparat penegak hukum terkait. Sikap ini diambil karena diduga banyak pasir timah yang tak masuk penimbangan sehingga berdampak berkurangnya pendapatan masyarakat sekitar wilayah perairan.

Aktifitas TI Apung ini diberhentikan terhitung, Rabu, (30/10/24), melalui pesan WA di grup panitia dan penambang. Disebutkan dalam pesan tersebut, pihak panitia kemudian tak bertanggung jawab jika masih ada ponton-ponton yang beroperasi atau tidak ditarik segera ke tepi laut, tiba-tiba ditertibkan oleh aparat penegak hukum.

… Tembelok k tutup karena permintaan masyarakat timah dk sesuai, hari neh jak cuma 700 kg di penambangan, “demikian bunyi pesan WA penambang dan panitia yang beredar.

“Besok ponton harus steril semua dari kranggan sampai tembelok… karena besok razia gabungan… takut ponton ditarik jadi mohon kalau bisa dari malam ini ponton harus sudah keluar dari laut tembelok dan laut kranggan..terimakasih, “demikian pesan WA selanjutnya diikuti dengan emoji.

Pantauan media Forum Keadilan Babel (FKBnews.com), Rabu, (30/9/24), suasana perairan laut Tembelok-Keranggan sore kemarin memang tidak menunjukkan aktifitas TI Apung bekerja. Beberapa penambang terlihat bergegas menarik sakan dan ponton menggunakan boat untuk pulang ke wilayah asalnya seperti Jungku hingga Teluk Limau.

Dua tempat penimbangan timah panitia Tembelok dan Keranggan yang sebelumnya ramai, pun tidak terlihat aktifitas. Beberapa pedagang makanan juga terlihat berkemas pulang sembari sibuk mengangkut peralatan warungnya satu persatu.

Sekelompok ibu-ibu terlihat bersih-bersih pantai sambil menyisir wilayah pantai. Saat dikonfirmasi ibu-ibu dusun setempat ini membenarkan aktifitas TI Apung Tembelok-Keranggan terhitung Rabu kemarin tak lagi bekerja alias distop.

“Bukan libur, tapi distop, karena rumahnya memang dak masuk, ” ujar seorang ibu-ibu terbilang cukup vokal.

Hingga berita ini diturunkan, FKBNews.com, masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak panitia yang bertanggung jawab memberikan penjelasan alasan diberhentikannya aktifitas TI Apung Tembelok-Keranggan sejak Rabu kemarin, padahal sejak awal dibuka dinilai memberikan pendapatan kepada masyarakat sekitar wilayah perairan tersebut. (Editor: Romli).