Video; Sumber Baku PDAM Kolong Terabek Tercemar Stop Aktifitas Penambangan PT Timah, Masih Layakkah Dikonsumsi?

by
Caption: Seperti inilah kondisi Hulu Kolong Terabek sebagai sumber air baku PDAM. Nampak warna air berubah dan kental, dan bagian hulu kolong ini hanya dipisahkan jalan dan tanggul tanah dengan limbah pembuangan aliran tambang. Foto, Rabu, (22/12/21). (Rudy).

Penulis: Rudy

FKB News, Babar — Kendati sudah diingatkan beberapa kali oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, aktifitas penambangan milik PT Timah, Tbk yang dikerjakan oleh mitra kerja lokasi sekitar Kolong Terabek yang merupakan sumber baku PDAM, di Desa Belo Laut Kecamatan Muntok terus membandel. Bahkan hingga kemarin dituding pola penambangan timah ini berantakan.

Kolong Terabek Desa Belo Laut merupakan salah satu sumber air baku PDAM dikelola oleh Perumda Tirta Sejiran Setason sebuah perusahaan air minum milik Pemkab Bangka Barat dan saat memiliki 1.000 lebih pelanggan. Distribusi air minum ini selain langsung ke masyarakat juga ke sejumlah obyek vital diantaranya, RSUD, Kodim, Polres bahkan komplek perkantoran Pemkab Babar.

Sebuah video, Rabu, (22/12/21), memperlihatkan akibat aktifitas tambang tersebut, terlihat perubahan warna air terjadi pada hulu Kolong Terabek hingga membuat air berwarna kuning keruh hingga sedikit mengental.

Kekeruhan ini juga terlihat hampir pada seluruh permukaan kolong Terabek. Kondisi ini tak seperti biasanya sebelum ada aktifitas penambangan.

Pantauan FKB News di lapangan, bagian hulu sungai sumber baku Kolong Terabek PDAM hanya dipisahkan oleh jalan tanah serta tanggul tanah kecil yang berdekatan dengan lokasi pembuangan limbah aliran bekas penambangan. Jarak yang terlalu dekat antara tanggul limbah tambang dengan hulu kolong ini yang menurut sejumlah penambang penyebab keruhnya kolong Terabek akibat limbah tambang masuk kolong pada saat hujan lebat.

“Tadinya kita yang di suruh buat tanggul yang tinggi, tapi dak mungkinlah kalau diserahkan ke mitra karena ini butuh biaya besar darimana dananya?”, ujar seorang pekerja tambang ditemui di lokasi tambang tersebut, Rabu, (21/12/21).

Pantauan di lokasi ini tampak belasan tambang inkonvensional (TI) jenis Rajuk beroperasi dan sebagian tak jauh dari ulu kolong PDAM Terabek.

Direktur Perumda Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, Najamudin, dikonfirmasi soal hasil sidak Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming bersama sejumlah pejabat di lokasi ini sore kemarin membenarkan, kekecewaan wabup nampak terlihat.

“Setelah Pak Wabup melihat penambangan ini berantakan jadi beliau agak marah, “ujar Najamudin via seluler.

Disinggung soal kekeruhan warna air sehingga dipastikan adanya penurunan baku mutu air, Najamudin mengatakan, kondisi air sumber baku PDAM Kolong Terabek saat ini masih layak dikonsumsi.

“Masih layak karena masih dibawah 5 mpu (standar air minum, red). Yang dak boleh diatas itu, tapi dosis bahan kimia meningkat,” jawab Najamudin.

Kendati air masih layak dikonsumsi, menurutnya tetap limbah timah sangat berbahaya. Tapi khusus Kolong Terabek kadar pencemaran menurutnya belum terlalu banyak, kekentalan masih dibawah ambang batas.

“Tapi kalau pencemaran terus menerus mengalir yang dikuatirkan itu bisa terjadi, “ujar Najamudin mengingatkan.

Terpisah salah seorang pejabat pengawas produksi (Wasprod) PT Timah, Tbk di Muntok, Iswandi dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku, pihaknya sudah memikirkan solusi yang terbaik.

“Distop dulu, kita sih dak masalah distop dulu, yang penting ada rekomendasi dari pihak pemda, itu dasar untuk kita hitung, “ujar Iswandi memberikan penjelasan.

Buntut stop aktifitas penambangan ini kata Iswandi berlaku untuk semua kegiatan tambang di lokasi ini.

“Penyetopan rencananya semua, ada rekomendasi dari pemda, ada poin-poin-nya, nanti dari poin-poin-nya itu tinggal dibenahi saran dari mereka agar tambang itu bisa dibenahi, “jelas Iswandi.

Caption: Sebuah video memperlihatkan kondisi hulu Kolong PDAM di Dusun Terabek tercemar akibat aktifitas tambang.

 

Sementara dalam rapat yang melibatkan Pemkab Babar, pihak Perumda Tirta Sejiran Setason, perwakilan PT Timah, Tbk serta stakeholder rapat di ruang OR 1 Pemkab Babar, Rabu, (22/12/21), terkait permasalahan ini, Wabup Babar, Bong Ming-Ming yang memimpin rapat nampak mengutarakan kekecewaanya.

“Kita minta PT Timah melakukan penambangan yang ramah dan tidak merusak lingkungan termasuk Kolong Terabek, kita minta PT Timah bertanggung jawab membantu proses penjernihan air di Kolong Terabek. Kita minta PT Timah mengevaluasi limbah pemilik SPK yang melakukan penambangan disana karena sudah dia kali dilakukan mereka tidak mematuhi kaidah-kaidah lingkungan sehingga terjadi pencemaran,” ujar Bong Ming Ming seperti disampaikan media.

Editor: Romli

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.