Anggap Peringatan Gubernur Angin Lalu, Para Penambang Ilegal di Mengkubung Berani diduga karena Bekingan dari Oknum RT dan Wartawan

by
Ratusan ponton TI ilegal marak beroperasi di perairan Mengkubung dan sekitarnya.

FKBNews, BANGKA – Kendati sudah sering ditertibkan dan diberitakan sejumlah media online, aktivitas penambangan timah ilegal di perairan Kelabat Dalam dan Mengkubung tak kunjung setop.

Dari pantauan beberapa waktu lalu, kembali terlihat ratusan unit ponton tambang timah ilegal secara bebas beraktivitas di perairan laut Mengkubung.

Ironisnya, saat upaya penertiban dilaksanakan tim Polairud dengan melakukan patroli, aktivitas penambangan ini seperti ditelan bumi tak terlacak oleh tim patroli, seperti halnya diberitakan salah satu media online menyebutkan saat Tim Polairud Polda Babel melakukan patroli di perairan laut Mengkubung, tim patroli tidak menemukan adanya aktivitas penambangan di perairan Mengkubung.

Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan, ada apa? Saat para wartawan turun ke lokasi karena adanya info aktivitas tambang ilegal maka jarang sekali para kuli tinta ini tidak menemukan aktivitas penambangan. Namun saat aparat yang turun ke lokasi justru kebanyakan lokasi tambang sudah kosong melompong.

Apakah kondisi tersebut merupakan hasil upaya segelintir oknum pengurus, yang “katanya” bisa menjamin keamanan para penambang yang melakukan penambangan secara ilegal tersebut?

Selain oknum RT berinisial KSM, oknum lain yang diduga turut menjadi beking atau pengurus para penambang di wilayah Teluk Kelabat dalam dan Mengkubung, juga terdapat oknum yang infonya seorang jurnalis.

Salah seorang penambang mengaku, ponton miliknya, serta sejumlah ponton milik rekan-rekanya yang berjumlah tak kurang dari 10 ponton, dikoordinir oleh oknum wartawan berinisial F, namun penambang tersebut tidak mengetahui media tempat oknum wartawan tersebut bekerja.

“Kalau ponton milik saya dan kawan-kawan itu semuanya berkisar 10 lah, dan semua di urus sama F. Dan F ini akan mengambil 10 persen dari hasil yang kami dapatkan nantinya. Saya sih kurang tahu itu untuk apa, saya sih cuma pekerja, itu semua urusan bos,” jelas penambang yang enggan menyebutkan namanya ini. (05/03/2022).

Sedangkan untuk timah yang mereka dapatkan, menurutnya bos mereka menjual kepada salah seorang kolektor berinisial BK, yang berada di Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga.

Sementara itu, penambang lain yang juga bekerja diwilayah Mengkubung berinisial D mengatakan, bahwa timah yang mereka dapatkan, dijual diwilayah Belinyu, kepada kolektor berinisial P.

“Bapak tau jalan arah ke Mengkubung? nah sebelum Mahgrib atau sudah Mahgrib, bapak duduk saja dijalan itu. Nanti kalau Ada mobil bawa timah, nah itulah lah timah yang mereka beli dari laut mengkubung,” ungkap D.

Sementara F yang dikonfirmasi wartawan via whatsapp terkait info yang disampaikan penambang justru dirinya tak menampik jika ia punya beberapa ponton di perairan Mengkubung.

“Klo ponton selam kite ade Lagi bubar bro lom rapi..pengurus di sane…klo rajuk campur baur…ade lah yg kite tapi kerje dak normal…arus..,” akunya, Sabtu (5/2/22).

“dk lah sampai 10..ni agek nak nyari2 luk nak di bawa ponton e ke mentok ..belo nak buka..klo di mengkubung dak maxsimal,” sambungnya.

Sebelumnya, dalam wawancaranya dengan media, Gubernur Babel Erzaldi Rosman kembali mengatakan, pihaknya bersama PT. Timah dan Forkopimda telah sepakat untuk segera menertibkan aktivitas tambang ilegal di Perairan Kianak dan Mengkubung.

Kami bersama PT. Timah dan Forkopimda sudah rapat kemarin Jadi tambang di sekitar Kelabat Dalam dan Kelabat Luar ini nanti akan segera ditertibkan,” kata Erzaldi kepada wartawan di ruang VIP Bandara Depati Amir, Sabtu (26/02/2022).

Selain mengambil langkah-langkah penertiban, diutarakan Erzaldi, pihaknya bersama PT. Timah dan Forkopimda juga memberikan solusi kepada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil tambang.

“Intinya kita dorong mereka (masyarakat penambang-red) untuk menambang secara legal, jangan terus-terusan ilegal. Selain itu, kami juga sudah mengadakan rapat dengan Kanwil Pajak,” ujarnya

“Karena kami berharap penertiban (tambang ilegal-red) ini diiringi juga dengan sosialisasi pendapatan potensi-potensi pajak yang kita rasakan masih lose atau hilang kesempatan untuk mendapatkan pajak itu. Jadi sekarang sedang dalam perumusan. Mudah-mudahan nanti minggu depan ada langkah-langkah kebijakan yang akan diambil secara bersama-sama,” pungkasnya.

Sayangnya, pihak Ditpolairud Polda Kep. Babel yang dikonfirmasi melalui Kasubdit Gakkum, Akbp Tony Sarjaka bagaimana tindak lanjut Polair terhadap maraknya aktivitas TI ilegal di perairan Mengkubung dan sekitarnya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan responnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.