Ratusan Massa Rusak Fasilitas PT. SMP, PT. BCM Dipolisikan

by
Perwakilan PT. SMP, Fernandes saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (15/3/22)

Baturusa – Sengketa antara PT. Sumber Mas Pratama (SMA) versus PT BCM atas sebidang tanah di kawasan jalan H. Eko Maulana Ali (Lintas Timur) kian memanas. Senin (16/03/22) pagi, ratusan orang pekerja mendadak mendatangi lahan sengketa tersebut, mendobrak pintu dan melakukan pengerusakan pagar.

Ratusan orang yang diduga merupakan suruhan Yudifo (pihak BCM) tersebut juga mendatangkan 2 unit excavator orange dan material. Tak terima aset-aset milik nya di rusak dan diserobot oleh pihak PT. BCM, Pengacara PT. SMP pun ambil langkah hukum. Sekitar pukul 15.00 WIB pihak PT. BCM pun resmi dilaporkan atas dugaan pengerusakan aset milik PT. SMP ke Mapolda Babel.

Kepada sejumlah wartawan, perwakilan PT. SMP memastikan bahwa pihaknya melaporkan PT. BCM lantaran tidak terima pengerusakan yang dilakukan oleh orang-orang suruhan PT. BCM. Fernandes bahkan mengaku sempat merasa diintimidasi dengan hadirnya ratusan orang ke kamp milik PT. SMP.

“Kita kaget pak, tiba-tiba datang ratusan orang mengepung kita, ada apa ini? Kata mereka ingin memasang plank. Tapi mendatangkan orang ratusan plus alat berat. Gak taunya mereka malah bikin camp. Tak hanya itu mereka mencabuti tiang pagar panel milik kami, kemudian mendobrak pintu pagar, serta menginjak-injak sawit yang sudah hampir setahun kita tanam. Ini yang kita anggap sudah merupakan perlawanan terhadap hukum. Oleh karenanya tadi sekitar jam 3 kita laporkan ke mapolda Babel,” terang Fernandes.

Terkait hal ini, pihak PT. BCM dikonfirmasi melalui Edo selaku perwakilannya, saat dikonfirmasi mengatakan belum bisa memberikan tanggapan. Pihak PT. BCM menurut Edo akan menjadwalkan dulu untuk memberikan keterangan resmi kepada pers soal kejadian hari ini.

“Saya belum bisa memberikan keterangan pak, tolong dikirim pesan WA saja ke saya, kawan-kawan yang ingin mengkonfirmasi, nanti saya akan atur jadwal ketemu untuk memberikan keterangan pers,” jawab Edo.

Sementara itu, hingga pukul 16.00 WIB terlihat puluhan pekerja dengan menggunakan helm sibuk mendirikan sebuah bangunan seperti camp di atas tanah sengketa tersebut. Tak hanya itu, beberapa di antaranya mendampingi operator excavator yang sedang menggaruk-garuk tanah yang ditanami sawit milik PT. SMP.

#sengketatanah #premanisme #pengerusakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.